Piknik Rame-Rame : Lamin Etam Ambors [Part 2]

Memasuki hari ke-3 kembali berkutat di meja kerja rasanya udah kangen liburan lagi aja. Hahaha.

Bagaimana dengan kalian ? Masih semangat 45 kerjanya atau sama seperti saya yang sudah rindu jalan-jalan dan Hari Libur Bersama ?

Ngomongin jalan-jalan ditulisan kali ini saya ingin melanjutkan tulisan saya sebelumnya soal “Piknik Rame-Rame ke Kawasan Wisata Alam Km. 38”, buat kalian yang belum baca monggo bisa klik disini 

Pukul 14.00 WITA, masih dihari yang sama (31/12) setelah puas menyantap Soto Lamongan dan Sholat Dzuhur berjamaah kami bergegas menuju lokasi wisata kedua, yaitu Lamin Etam Ambors di Km. 28.

Ide untuk mengunjungi Lamin Etam Ambors ini sendiri muncul tiba-tiba ketika Mas Ikhsan dan Mas Aryo cerita kalau mereka ingin melakukan survey lokasi untuk kegiatan outbond Komunitas Muda Mengajar, langsunglah kami para manusia yang haus akan liburan ini secara serentak sepakat untuk main  lagi sekalian ke Lamin Etam Ambors.

Perjalanan dari lokasi Soto Lamongan tempat kami makan siang ke Lamin Etam Ambors tidak terlalu jauh, karena kebetulan sama-sama berada di Km. 28, hanya butuh waktu kurang lebih 15 menit menuju lokasi.



Untuk masuk ke lokasi wisata kita harus membayar tiket masuk sebesar Rp 25.000. 

Begitu masuk, kita akan disambut oleh dekorasi “payung gantung” disepanjang jalan masuk yang cukup instragamble untuk tempat foto-foto. 




Tidak hanya itu sederet warung yang menjajakan makanan dan minuman tersedia di sepanjang jalan masuk.

Lamin Etam Ambors sendiri adalah tempat wisata yang menawarkan berbagai hiburan dan wahana outdoor yang beragam. Bagi kalian pencinta hal-hal yang berbau nature, Lamin Etam Ambors bisa menjadi pilihan destinasi wisata kalian.

Wahana yang disediakan sendiri ada Flying Fox Bola Air, Menunggang Kuda, Sepeda Air,Mengendarai ATV, Perahu Canoe, dan Kereta Thomas (tapi kali ini yang menarik kereta nya bukan kereta Thomas seperti yang ada di film kartun, yang menarik kereta justru mobil double cabin Strada, yah mungkin ini kereta Thomas jaman now. Haha).

Untuk bisa menjajal semua wahana diatas, kalian harus membayar karcis terlebih dahulu. Harga karcis untuk setiap wahana sendiri berbeda-beda, mulai dari Rp 10.000 sampai dengan Rp 80.000 (lumayan mahal yaaa).

Konsep bayar perwahana ini jadi mengingatkan saya dengan lokasi wisata alam The Lodge Maribaya di Lembang. Sayang di Lamin Etam Ambors belum ada fasilitas fotografernya seperti di The Lodge.

Setelah melihat-lihat berbagai wahana disini saya, Mas Aan, Mas Imam, Bio, Dian dan Mas Wildan memutuskan untuk menjajal Flying Fox. 

Menurut saya sih lumayan seru, tapi serunya nanggung gitu, karena trek nya kurang panjang dan kurang ekstrem (halah sok berani pun eik. Haha). Tapi lumayanlah untuk seru-seruan.

Nah, buat kalian yang malas merogoh kocek dalam-dalam, di Lamin Etam Ambors juga tersedia berbagai wahana “gratis”. Buat kalian pecinta aneka satwa, kalian bisa keliling melihat-lihat aneka satwa di yang ada disekitar lokasi, mulai dari aneka burung, ular, monyet, iguana dan hewan-hewat melata lainnya.






Kami pun tidak membuang kesempatan untuk berkeliling melihat aneka satwa sekaligus berswafoto dengan berbagai satwa yang ada (karena selfie dengan manusia sudah terlalu mainstream. Hahaha).



Buat kalian yang datang kesini dengan anak-anak, juga tersedia taman bermain lho. Terus kalau kesini sambil kepengen piknik ala-ala bawa tiker dan makanan bekal juga bisa, karena banyak sekali lahan kosong yang bisa dijadikan area menggelar tikar dan makan bersama.

Nah, sudah puas berjalan-jalan keliling lokasi, kaki mulai pegal dong yaaa. Jangan khawatir dan jangan bimbang, karena di Lamin Etam Ambors tersedia wahana terapi Ikan yang bisa dinikmati pengunjung secara percume alias gratis booo~.

Pukul 16.00 hari mulai sore, badan mulai lelah, muka makin berminyak, kami pun memutuskan untuk pulang.

Sungguh akhir pekan diakhir tahun yang menyenangkan. 

Terimakasih teman-teman seperjalanan yang membuat libur panjang akhir tahun saya berkesan.



Jadi, kemana lagi kita long weekend bulan depan ? 

-Riris Rizqy-


Komentar

Postingan populer dari blog ini

[SKIN CARE REVIEW] - Mineral Botanica Acne Series

[LIFESTYLE] : PENGALAMAN PERTAMA LARI 5K

[BOOK REVIEW] - EGOSENTRIS