Piknik Rame-Rame : Kawasan Wisata Alam Bukit Bangkirai [part 1]



Ada yang berbeda diliburan long-weekend akhir tahun saya kali ini. Kalau biasanya saya habiskan di rumah saja, atau paling mentok jalan-jalan didalam kota. Kali ini (31/12) saya menghabiskan 12 jam bersama 15 orang teman untuk piknik singkat dibeberapa tempat wisata disekitaran Samboja - Kutai Kartanegara.

Beberapa teman dekat saya tentu tahu betul kalau saya bukan tipe orang yang suka liburan atau travelling disaat long-weekend. Pertama, karena tiket pesawat (kalau tujuannya keluar kota) pasti muahaal banget. Kedua, tempat wisata pasti full pengunjung, yang ada kalau sudah begini, bukan menikmati liburan dan jadi rileks, malah jadi cape’ doang dan sumpek. Hehe

Namun, long-weekend kali ini akhirnya saya terbujuk rayu untuk ikut serta dalam piknik singkat ini. Karena beberapa alasan :
Pertama,  saya sudah kurang lebih 4 bulan absen untuk melakukan piknik baik didalam atau luar kota, dan sudah kangen banget buat piknik-piknik. 

Kedua, lokasi yang menjadi tujuan utama piknik kita ini adalah favorit saya, yaitu naik jembatan gantung (anaknya emang doyan banget sama yang “adrenaline rush”) hehe.

Ketiga, karena berangkatnya pagi-pagi, kemungkinan tempat wisata-nya masih sepi.

Awalnya ide piknik dadakan ini tercetus oleh Mba Asa yang merupakan pendatang dari Kota Kediri yang sudah hampir 4 tahun bekerja di Balikpapan, tapi belum pernah sekalipun ke Kawasan Wisata Alam Bukit Bengkirai, gayung bersambut, ternyata banyak temen-temen yang juga pengen kesana, termasuk saya. 

Setelah berhasil mengumpulkan “perserta” piknik, hal selanjutnya yang harus disiapkan adalah transportasi. Sempet bingung, mau kesana naik apa, karena kalau naik motor, medan-nya cukup jauh, dan jalanan-nya agak kurang bersahabat. Sedangkan kalau naik mobil, jumlah mobil yang available tidak cukup menampung semua peserta piknik. 

Tapi, sekali lagi kalau memang sudah direstui, pasti ada jalan (ceileee. hahaha). Dihari H, 2 jam sebelum keberangkatan, ada satu orang teman yang ngasih  kabar kalau bisa ikut dan punya 1 mobil yang available. Yippieee, jadi deh kami semua berangkat ke KWA Bukit Bangkirai dengan menggunakan 3 mobil.

Pukul 08.00 WITA kami berangkat dari Balikpapan menuju Km. 38 (lokasi KWA Bukit Bangkirai), dan tiba sekitar pukul 09.30 WITA. Saran untuk kalian yang berencana ke KWA Bukit Bangkirai sebaiknya menggunakan mobil yang cukup tinggi seperti Double Cabin atau Minibus (Avanza, Innova, dll), karena jalanan menuju KWA Bukit Bangkirai cukup jelek, banyak jalanan bolong, yang dijamin kalau pakai City Car bakal “nyangkut-nyangkut”.

Setiba di KWA Bukit Bangkirai kami segera menuju loket tiket. Kami membayar 2 karcis sekaligus, pertama 5rb rupiah untuk masuk kedalam kawasan Bukit Bangkirai, kedua 25rb rupiah untuk karcis naik keatas Canopy Bridge.

Dan benar berangkat pagi-pagi ke KWA Bukit Bangkirai itu menyenangkan, alhamdulillah pengunjung lokasi wisata belum terlalu ramai, dan cuaca sejuk pagi-nya masih terasa.

Tanpa menunda waktu kami langsung melakukan tracking menyusuri hutan menuju Canopy Bridge. Ada beberapa pilihan jarak tempuh yang bisa dipilih untuk menuju Canopy Bridge, mulai dari 2 - 6 km. Tapi kali ini, kami memilih untuk menyusuri rute 2 km.

Bahagia sekali, pagi-pagi bisa menyusuri hutan, menghirup udara segar sembari berbincang dengan teman-teman sepanjang perjalanan.












Setelah berjalan kaki selama kurang lebih 30 menit kami tiba di Canopy Bridge. 

Canopy Bridge sendiri memiliki 3 jembatan yang berada di atas ketinggian sekitar 30 meter yang digantungkan diantara beberapa pohon bangkirai. 

Meski, cukup menegangkan ketika melewati jembatan gantung, pemandangan indah yang disajikan diatas sukses membayar semua lelah dan tegang. 

Kami menghabiskan waktu sekitar 30 menit diatas Canopy Bridge mulai dari melalui 3 susun jembatan gantung, berfoto dan menikmati pemandangan alam dari atas.























Pukul 12.00 perut kami mulai keroncongan. Perjalanan piknik kami pun dilanjutkan dengan berangkat kelokasi selanjutnya yaitu SOTO LAMONGAN KM. 28 😆

Setelah selesai “isi bensin” alias makan. Kami bersegera menuju tempat wisata kedua yaitu Lamin Etam Ambors.

Cerita lengkap perjalanan di lokasi wisata kedua ini akan saya lanjutkan ditulisan selanjutnya yaaaa 😊

-RirisRizqy-



Komentar

Postingan populer dari blog ini

[SKIN CARE REVIEW] - Mineral Botanica Acne Series

[LIFESTYLE] : PENGALAMAN PERTAMA LARI 5K

[BOOK REVIEW] - EGOSENTRIS